Macam-macam Tradisi tapi tetap Lebaran Jua

Macam-macam Tradisi tapi tetap Lebaran Jua

“Sederhana bukanlah tradisi kita. Tradisi kita adalah menunjukkan apa yang ingin kita tunjukkan pada orang-orang” Sebuah quotes untuk menggambarkan bagaimana orang-orang menyikapi hari lebaran.

Kenapa, ya, orang-orang kita itu sangat senang dengan hal-hal yang terlihat meriah ketimbang kesederhanaan? Ya salah satunya ketika menghadapi lebaran ini. Banyak sekali kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan dan tentu saja tiap orang, tiap daerah berbeda-beda. Di luar dari fitrahnya untuk mensucikan diri, lebaran terkadang menjadi pemicu rasa iri dan dengki. Hayo, lo, siapa yang suka gitu?

Sebut saja namanya Alek, seorang yang bukan berasal dari negeri kita menanyakan bagaimana orang-orang kita merayakan hari lebaran. Anggap saja namanya Budi, teman Alek yang berasal dari negeri kita. Menurut Budi, lebaran di negeri kita ini terkesan sebagai pusat hari dalam satu tahun bagi setiap muslim yang beriman. Ajang menghambur-hamburkan sekaligus perayaan atas pencapaian. Begitulah kira-kira menurut Budi ini. Tapi ada tradisi yang sudah pasti dirasakan di setiap daerah di negeri tercinta ini.

  1. Sungkeman
Image Source : jabar.tribunnews.com

Tradisi lebaran yang paling sakral, nih, meminta maaf atas setiap yang diperbuat selama hidup kepada setiap orang yang ditemui. Biasanya setiap rumah mengadakan open house untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan, meski kadang tetap menimbulkan dosa lagi untuk dimintai maaf di lebaran berikutnya.

2. Mudik

mudik
Image Source : detik.com

Sempa ramai diperbincangkan perihal mudik dan pulang kampung yang dimaknai berbeda. Negeri kita ini sepertinya sangat menyukai perbedaan sampai hal sekecil itu pun harus diartikan berbeda, yaa. Tradisi berkunjung ke sanak sodara atau orang tua karena keadan yang memaksa untuk merantau. Tapi, kalo mahasiswa rantau yang pulang bukan di waktu lebaran disebutnya mudik juga engga, ya?

3. Berbagi

berbagi sedekah
Image Source : lazismujember

Sejak ramadhan pamflet dan gerakan keorgansasian mulai ramai memeriahkan hasanah per-Ramdhanan di negeri ini. Anggaplah sebagai mediator agar mempermudah kita-manusia untuk menyisihkan sebagian rejeki yang kita miliki, juga sebagai bentuk rasa syukur untuk apa-apa yang sudah diraih.

4. Pamer

pamer
Image Source : mitrabukalapak

Sebaiknya memang tidak dilakukan. Karena ini biasanya gerakan terselubung dalam menjalankan silaturahmi. Selain memakai pakaian yang mewah, perhiasan dan barang-barang terbaru dan terbaik yang dimiliki bukan hanya sebagai perayaan untuk diri sendiri melainkan pertunjukkan yang mengharuskan orang-orang tahu atas apa yang kita punya. Haha, ini, nih bahaya. Kadang baru saja saling memaafkan eh sudah menabung dosa untuk dimaafkan di lebaran tahun depan.

5. Kepo

kepo
Image Source : brilio

Ah! Kenapa, sih, orang-orang di negeri kita ini sangat peduli terhadap sesamanya, sampai lupa batas peduli dan penasaran dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang menyayat hati. Bertanya kapan lulus lah, kapan menikah, kapan punya anak, ya untung engga ditanya kapan berniat meninggal gitu, ya.

Ya, tradisinya pasti beda-beda. Tapi lima hal ini pasti terjadi di setiap darahnya. Ya semoga setelah Budi menceritakan ini kepada Alek dia tak mengalami culture shock ketika suatu saat berkesempatan merayakan lebaran di negeri tercinta ini.

Oleh : Hani Hanifah

Related post

Leave a Reply