Finlandia Sebagai Negara Paling Bahagia di Dunia

Finlandia Sebagai Negara Paling Bahagia di Dunia

The World Happiness Report adalah produk berupa laporan tahunan yang dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) bekerjasama dengan para ahli di beberapa Universitas bergengsi di dunia yang bertujuan untuk mengukur seberapa tinggi kebahagiaan warga dari suatu negara.

Image Source : unsdsn.org
Pada tahun 2020, WHR menempatkan Negara Finlandia sebagai negara paling bahagia di dunia, diikuti oleh Islandia, Denmark dan Swiss. Hasil yang dikeluarkan pada awal tahun 2021 itu pun menuliskan Indonesia sebagai negara paling bahagia nomor 82 di dunia, jauh dibawah negara lain di Asia Tenggara seperti Singapura, Filipina, dan hanya beda peringkat dengan tetangga Malaysia, tapi The World Happiness Report ini menunjukan bahwa Indonesia merupakan negara paling dermawan di dunia.

The World Happiness Report sebagai pengukuran kebahagiaan negara dimulai sejak tahun 2012, namun sebetulnya kita bisa men-trace perhitungan kebahagiaan suatu negara sejak tahun 1971, dimana pada tahun tersebut Negara Bhutan, negara kecil di daerah pegunungan Himalaya memasukkan Gross National Happines (GNH), atau pengukuran kebahagiaan nasional sebagai salah satu indikator kesejahteraan masyarakatnya.

Gimana sih Cara Ngukur Kebahagiaan?

Well, karena sebuah hal yang abstrak dan tidak bersifat kuantitatif, mengukur kebahagiaan merupakan hal yang cukup sulit, apa sih arti kebahagiaan? Dan ternyata kebagahiaan tidak serta merta di ukur oleh materi atau uang yang dimiliki oleh seseoarang atau suatu negara loh kawan indi, Jika kita lihat dalam dimensi kepuasan hidup, ya tidak mempunyai uang merupakan hal yang fatal, tapi rata – rata negara yang kaya lebih bahagia, dan orang yang kaya lebih bahagia, tapi mekanisme yang ada adalah tidak mempunyai uang merupakan sumber dari tidak bahagia nya seseorang atau suatu negara. PBB dalam The World Happines Report ini menyebutkan kebahagiaan adalah kepuasan terhadap jalanya hidup dan ada 6 barometer untuk mengukur kebahagiaan suatu negara:

  1. GDP per kapita
  2. Ekspektansi hidup sehat
  3. Kebebasan memilih tujuan hidup
  4. Suport sosial
  5. Kedermawanan
  6. Rendahnya korupsi

Emang Orang Sana Beneran Bahagia?

Image Source : wikipedia

Finlandia 4 tahun berturut turut menjadi negara paling bahagia di dunia. Tahun demi tahun negara negara Nordik seperti finlandia, denmark, swedia selalu berada di urutan teratas negara paling bahagia di dunia. Yang unik adalah, mereka bukan negara paling kaya di dunia dan masyarakat di sana tidak berlomba lomba menjadi super kaya dan anehnya lagi, jika ada seseorang sangat bekerja keras untuk menjadi sangat kaya, orang – orang sering bertanya tanya apa yang salah dengan orang tersebut.

Simpelnya orang – orang di negara Nordik (Swedia, Norwegia, Denmark, Finlandia) mendefinisikan kebahagiaan menjadi 2 hal, pertama sebagai “lykke” atau berarti hal yang ilusif seperti pengalaman paling mengesankan yang kamu baru alami, perasaan ketika mendapatkan hadiah, atau ingatan yang tidak bisa kamu lupakan dan “Glad” atau senang, namun lebih down to earth, Simpelnya kamu merasa bahagia walaupun tidak ada hal yang spesial, tidak sedang mendapatkan hadiah, atau tidak sedang libur, perbedaanya lykke lebih ke pengalaman, sedangkan glad lebih seperti mindset. Ketika kamu ingin bahagia, pertama kamu harus memiliki mindset yang bahagia.

Aristotles, cendekiawan yunani kuno menjalankan semacam penelitian tentang kebahagiaan 2.300 tahun yang lalu, dia memaparkan bahwa perilaku yang baik terletak di antara 2 sifat buruk, yaitu kelebihan dan kekurangan. Orang yang hanya mengejar kebahagiaan dan berkata “saya akan lebih bahagia jika lebih kaya” nyatanya menjadi tidak lebih bahagia dari rata – rata orang. The idea is good balance of life antara pekerjaan dan kehidupan sehari hari yang mendorong rakyat menjadi bahagia . Peribahasa “Work Life Balance” merupakan quote yang di implementasikan dalam kehidupan sehari – hari orang Nordik. Contohnya, dalam dunia kerja tentu sudah lumrah dimana orang bekerja dari jam 9 – 5, tapi di Nordik kantor – kantor memiliki jam kerja yang lebih minim dan terbukti pekerja bisa mengerjakan banyak hal dalam waktu yang lebih singkat karena orang – orang disana menjunjung tinggi bekerja lebih efektif, dan orang – orang yang bekerja lebih dari jam 9 – 5 atau lembur, akan di cap aneh serta akan dicurigai oleh orang lain, apakah dia tidak bisa mengerjakan pekerjaan dalam waktu yang tersedia atau mencoba mendahului pekerjaan yang akan datang. Jika melihat satu tahun kalender pun, orang – orang Nordik hanya bekerja sampai 12 Oktober, karena 3 bulan lebih sisa nya merupakan hari libur.

Salah satu faktor lain untuk mengukur kebahagiaan adalah kebebasan seseorang untuk memilih tujuan hidupnya sesuai keinginan, jika seseorang ingin menjadi seniman, maka dia bisa menjadi seniman tanpa memikirkan hal yang mungkin menghambatnya. Sebagai contoh, orang yang tinggal di negara – negara Nordik yang tidak menyukai pekerjaan nya dan memilih untuk resign dan menjadi pengangguran, bisa mendapatkan tunjangan sebesar $2000 atau sekitar 28jt rupiah perbulan dari Pemerintah, dan jika selama menjadi pengangguran tersebut ingin melanjutkan pendidikan, mereka bisa melanjutkanya tanpa membayar sedikitpun dan bahkan mendapatkan tunjangan pendidikan $1000 atau 14jt tiap bulanya. 2 keunggulan dari hidup di negara Nordik adalah gratisnya pendidikan dan layanan kesehatan. Cara lain Pemerintah di finlandia dan denmark membahagiakan warganya adalah dengan kebijakan tunjangan libur tahunan, cuti 9 bulan untuk ibu melahirkan & 3 bulan untuk suaminya, keamanan di masyarakat yang sangat terjaga, dan masih banyak hal lainya

Loh berarti negara Nordik banyak uangnya ya? Bisa dibilang iya, tapi mereka bukan kalangan negara dengan penghasilan tersbesar, tapi yang mereka lakukan adalah mengumpulkan pajak dari konsumsi masyarakat lebih banyak dari rata – rata negara lain. Pajak atas konsumsi pribadi (PPN, PPh) bisa mencapai 21% dibanding indonesia 10%. Tapi orang – orang disana terbiasa dan senang untuk membayar pajak tersebut, karena Pemerintahnya mengalokasikan pajak menjadi belanja dengan sedemikian rupa sehingga dapat terasa langsung oleh warganya.

Finlandia dan Denmark merupakan negara dengan populasi lebih dari 6 juta penduduk, jauh sekali dibandingkan dengan Indonesia yang berjumlah 270jt penduduk, Demografi penduduk mereka jika dilihat dari etnik dan agama termasuk negara yang homogen, atau memiliki etnik dan agama yang tidak terlalu beragam. Akan tetapi PBB dalam World Happiness Report menyebutkan bahwa hal tersebut tidak menjamin kebahagiaan dari warganya. Banyak negara yang memiliki etnik dan agama yang beragam pun bisa bahagia. Barometer lain pada data tahun World Happiness Report tahun 2018 menunjukan jika imigran di suatu negara bahagia, biasanya sejalan dengan bahagia nya warga lokalnya.

Di finlandia orang tidak terlalu suka mengobrolkan tentang uang, orang lebih senang jika mereka berdermawan dan berada di lingkungan yang saling mendukung satu sama lain, lebih dari itu masyarakat di seluruh dunia ingin hidup di pemerintahan yang baik. Jika suatu negara di pimpin oleh pemerintahan korup dan pemimpin otoriter, bisa menghasilkan kebijakan yang tidak sesuai keinginan rakyat dan bisa membuat masyarakat tidak bahagia . Seseorang yang hidup di negara Nordik lebih mudah untuk mengarahkan dirinya menjadi apapun, karena Pemerintah mensupport kebutuhan dasar masyarakat, masyarakat disana bisa punya pendidikan, mencari kerja, punya penghasilan tanpa terlalu kesulitan dalam memenuhi kehidupan sehari – hari dan menciptakan masyarakat  yang tidak super kaya, dan begitupun super miskin, semua orang berada di kelas sosial yang sama.

World Happiness Report pun memberikan tips bagi kita agar bisa berbahagia, namun pada intinya kebahagiaan tidak bisa di ukur dengan seberapa banyak uang yang kita miliki dan seberapa banyak aset yang kita punya, kebahagiaan itu bersifat abstrak dan berada di mindset. 3 tips berbahagia dari The World Happiness Report adala kita mengerjakan sesuatu yang aktif, mengerjakan sesuatu dengan orang lain, mengerjakan sesuatu yang berarti dan yang terpenting, memiliki keseimbangan di kehidupan sehari hari kita.

Penulis : M. Andry Arief P

Related post

Leave a Reply