Belajar Memahami Perbedaan dari Spongebob dan Patrick

Belajar Memahami Perbedaan dari Spongebob dan Patrick

INDINEWS— Spongebob dan Patrick mengajari kita tentang pentingnya untuk memahami sudut pandang yang bermacam-macam. Dan justru dari perbedaan sudut pandang maupun apapun itu, seharusnya akan menambah kearifan dan kebijaksanaan.

Spongebob Squarepants, sebuah film kartun besutan Nickelodeon yang sudah akrab dalam daftar tontonan masyarakat Indonesia baik anak-anak maupun dewasa. Film yang disorot terlalu memaksakan oleh KPI dengan melakukan sensor pada beberapa hal dan adegan ini rupanya tidak hanya menyajikan gelak tawa saja, tetapi ada pesan mendalam didalamnya. Pesan tersebut bisa berupa kritik kekinian maupun pesan kemanusiaan, walau pemerannya adalah makhluk laut.

Pada artikel kali ini saya akan membahas episode ketika Spongebob dan Patrick saling beradu kebenaran masing-masing. Atau yang didalam film tersebut merupakan episode bersih vs kotor.

Seperti yang kita ketahui bahwa Spongebob dan Patrick merupakan sahabat dekat, atau yang istilah lainnya disebut ‘konco kentel’. Mereka sering sekali melakukan aktivitas bersama, bahkan memiliki hobi yang sama yaitu berburu ubur-ubur dan bermain gelembung. Namun, dibalik kesamaan-kesamaan itu mereka memiliki idealisme yang sangat bertolak belakang. Spongebob sangat mencintai kebersihan dan sangat fanatik terhadap kebersihan itu sendiri, sementara patrick sangat menyukai sesuatu yang kotor dan radikal dengan hal-hal yang kotor, hingga suatu waktu mereka bertikai.

Pertikaian tersebut berujung pada konflik pertemanan yang serius. Mereka berperang satu sama lain, baik secara fisik maupun adu argumen. Spongebob sangat yakin bahwa bersih itu merupakan hal yang baik dan harus diterapkan kepada masing-masing individu. Sementara Patrick berpandangan sebaliknya. Bahwa, kotor merupakan sesuatu yang menyenangkan dan perlu dirawat. Dan semua hal haruslah kotor.

Hingga suatu ketika suasana pertemanan mereka semakin kacau dan sampai pada titik permusuhan. Kemudian, pada puncak pertikaian mereka berperang secara sengit membawa amunisi masing-masing. Spongebob yang beramunisikan sabun bersiap untuk menembakkan amunisi tersebut ke arah Patrick. Dan Patrick yang beramunisikan tempat sampah sudah siaga juga untuk melemparkannya ke arah Spongebob. Dan dalam aba-aba yang sama mereka secara bersama-sama saling menyerang menggunakan amunisi mereka masing-masing. Alhasil, Spongebob terkena tempat sampah yang dilemparkan oleh Patrick dan tembakan gelembung sabun milik Spongebob pun tepat sasaran mengenai seluruh tubuh Patrick. Spongebob menjadi kotor dan Patrick menjadi bersih.

Pada momentum ini Spongebob Squarepants dan Patrick kemudian memahami. Bahwa perbedaan itu perlu untuk saling mengisi dialektika. Bahwa, tidak ada bersih jika tidak ada kotor dan tidak ada kotor jika tidak ada bersih. Kedua perbedaan idealisme yang mereka pahami secara brutal tersebut kemudian melebur menjadi satu kesatuan. Dan mereka berdua saling memaafkan dan bersahabat kembali. Mereka pulang ke rumah masing-masing untuk melakukan aktivitas yang mereka senangi—Spongebob mandi untuk membersihkan tubuhnya yang kotor, dan patrick mengotori tubuhnya yang bersih.

Dari kisah tersebut kita dapat mengambil pelajaran yang berharga bahwa, pertikaian yang terjadi akhir-akhir ini, baik soal pandangan politik maupun penafsiran beragama di media sosial maupun di ruang publik. Mereka menganggap perbedaan adalah faktor penghambat persatuan dan satu sama lain saling menganggap dirinya lah yang paling benar dengan kebenarannya masing-masing dan kebenaran tersebut saling diadukan untuk melihat siapa yang menang. Padahal jika kita renungkan kembali, apakah bisa kebenaran saling mengalahkan?

Spongebob dan Patrick mengajari kita tentang pentingnya untuk memahami sudut pandang yang bermacam-macam. Dan justru dari perbedaan sudut pandang maupun apapun itu, seharusnya akan menambah kearifan dan kebijaksanaan kita dalam memahami perbedaan dan berlaku satu sama lain demi kemaslahatan bersama. Spongebob dan Patrick telah lulus dalam hal ini.

Oleh: Kurnia Ngayuga Wibowo.

Related post

Spongebob dan Kritik: Episode Koran Kraby

Spongebob dan Kritik: Episode Koran Kraby

Kita tentu sangat familiar dengan film kartun Spongebob, film besutan Nickelodeon menurut saya tidak hanya film hiburan yang tersaji begitu saja,…

Leave a Reply